Dampak Kenaikan Harga Beras, Pekerja Bergaji UMR Rentan Jatuh Miskin

INDOPOS.CO.ID – Ekonom sekaligus Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira khawatir, ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi lonjakan harga beras bisa berdampak pada pelemahan daya beli, terutama kelas menengah.

Mengingat hanya kelompok kurang mampu yang menerima bantuan sosial pangan. Namun, golongan kelas menengah atau middle class minim perhatian dari pemerintah.

“Kita juga punya kelas menengah rentan, yang jumlahnya 115 juta orang. Ini tidak ter-cover oleh bantuan pemerintah,” kata Bhima melalui gawai, Jakarta, Selasa (5/3/2024).

Masyarakat yang masuk dalam kelompok tersebut ialah pekerja berpenghasilan upah minimum regional (UMR). Kondisi kenaikan pangan otomatis membuat pengeluaran mereka bertambah.

“Betul, (kelas menengah) bergaji UMR. Dia tidak memiliki tabungan yang cukup dalam menghadapi naik turunnya harga pangan. Terutama beras,” ujar Bhima.

Efeknya adalah kelompok masyarakat tersebut akan gampang jatuh di bawah garis kemiskinan, karena beras kontributor paling besar dalam inflasi.

“Kemudian dalam garis kemiskinan, jadi sedikit saja harga beras naik. Maka akan menambah jumlah orang miskin baru,” ucapnya khawatir.

Ia meminta, pemerintah lebih dapt memperhatikan kelas menengah. Di sisi lain, jika kondisi harga pangan terus menanjak maka sesuatu yang buruk bisa terjadi.

“Jadi, kelas menengah ini harusnya dilindungi dari fluktuasi harga pangan,” imbuhnya.

“Imbas lainnya, kalau sampai inflasi naik, daya beli turun maka akan ganggu pertumbuhan ekonomi,” sambung Bhima.

Berdasarkan pantauan di laman resmi panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) harga beras premium naik sebesar Rp 220 per kilogram (kg) menjadi Rp 16.560 per kg dibandingkan harga sebelumnya. Itu dilihat pada, Senin (4/3/2024) pagi.

Selain itu, harga beras medium naik sebesar Rp 110 per kilogram (kg) menjadi Rp 14.480 per kg dibandingkan harga sehari sebelumnya. (dan)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *